WELCOME To MY bLOG !!!
Tampilkan postingan dengan label Biologi X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi X. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2011

Virus dalam arti biologi

Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.[1]
Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.[1]
Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.[2] Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.[3]

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - Virus dalam arti biologi

Kingdom Protista

Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi.[1] Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.[2]. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokan yang mudah[3]—baik yang bersel satu atau bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup di hampir semua lingkungan yang mengandung air. Banyak protista, seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer vital dalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain, seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa, adalah penyakit berbahaya bagi manusia, seperti malaria dan tripanosomiasis.
Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu meliputi Protozoa yang menyerupai hewan bersel satu, Protophyta yang menyerupai tumbuhan (mayoritas algae bersel satu), serta jamur lendir dan jamur air yang menyerupai jamur.
Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.

Protozoa, protista yang menyerupai hewan
Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:

* Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Trypanosoma, Trichomonas
* Amoeboida yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
* Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
* Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Plasmodium sp

Algae, protista yang menyerupai tumbuhan
Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.

* Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta). Contoh: Ulva
* Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
* Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.

Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.
Protista yang menyerupai jamur
Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - Kingdom Protista

Kingdom Animalia

Klasifikasi Hewan Kerajaan/Kingdom Animalia - Pembagian Jenis/Macam atau Kategori Binatang Terbagi Menjadi 10 Filum/Phylum
Sun, 12/11/2006 - 11:04am — godam64 Hewan atau animal yang kita kenal selama ini dapat dibagi manjadi sepuluh macam filum / phylum yaitu protozoa, porifera, coelenterata, platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, echinodermata, arthropoda dan chordata.
1. Phylum / Filum Protozoa atau Protosoa
Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memiliki satu sel saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa dapat hidup di air atau di dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lain sebagai parasit. Hidupnya dapat sendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. Contohnya : amuba / amoeba.
2. Phylum / Filum Porifera
Porifera adalah binatang atau hewan berpori karena tubuhnya berpori-pori mirip spon dengan bintang karakter terkenal spongebob squarepants hidup di air dengan memakan makanan dari air yang disaring oleh organ tubuhnya. Contohnya : bunga karang, spons, grantia.

3. Phylum / Filum Coelenterata atau Coelentrata
Coelenterata adalah hewan berongga bersel banyak yang memiliki tentakel contohnya seperti ubur-ubur dan polip. Simetris tubuh coelenterata adalah simetris bilateral hidup di laut. Contohnya yaitu hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.
4. Phylum / Filum Platyhelminthes
Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syarah yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit pada binatang / hewan atau manusia. Contohnya antara lain seperti planaria, cacing pita, cacing hati, polikladida.
5. Phylum / Filum Nemathelminthes
Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah. Contoh cacing gilik : cacing askaris, cacing akarm cacing tambang, cacing filaria.
6. Phylum / Filum Annelida atau Anelida
Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit. Contohnya yakni cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, lintah / leeches.
7. Phylum / Filum Mollusca atau Molusca / Moluska
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Contoh molluska : kerang, nautilus, gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.
8. Phylum / Filum Echinodermata atau Ecinodermata
Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang / tripang / ketimun laut, bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut.
9. Phylum / Filum Arthropoda atau Atropoda
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat / laler, kecoa.
10. Phylum / Filum Chordata
Chordata adalah hewan yang memiliki notokorda atau chorde yaitu tali sumbu tubuh syaraf belakang dengan rangka. Ukuran chordata beragam ada yang besar dan ada yang kecil dengan otak yang terlindung tengkorak untuk berfikir. Contoh chordata adalah manusia, cacing acorn, ikan lancet, ikan paus pembunuh, katak, burung puyuh, kalkun, lemur, beruk, macan, kucing, dan lain sebagainya.
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - Kingdom Animalia

Phylum Arthropoda

Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas. Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen). dimana bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik coelomata , terlindung oleh rangka luar dari kitin.Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea. memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta)Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun penyebarannya. Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpigh Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda

Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Crustacea atau Udang-udangan , Kepiting
2. Arachnida atau labah-labah , Kala kengking
3. Insecta atau serangga (Hexapoda)
4. Myriapoda atau lipan (kaki seribu) , Kelabang





Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut:

* Tubuh beruas-ruas
* Tubuh terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen).
* Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothorax)
* Bentuk simetri bilateral
* Hewan dengan lapisan embryonalnya bertipe Triploblastik Coelomata ( Mempunyai tiga lapisan embryonal ekto-meso dan endoderm yang bisa berdefrensiasi menjadi organ tubuh , dimana setelah terbentuk tubuh bagian dalam tubuh itu terdapat rongga ( Coelom) dan tentu rongga itu bisa untuk diisi materi dari luar misalnya makanan , oksigen dll
* Rongga tubuh berisi darah, disebut hemocoel.
* Rangka luar keras ( eksoskeleton) yang tersusun atas zat kitin / protein sebagai pembungkus tubuh , yang bisa dieksidisis
* Urat-urat dagingnya bergaris melintang.
* Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
* System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka, satu-satunya buluh darah yang ada berupa saluran lurus terletak di atas saluran pencernaan, yang di daerah abdomen mempunyai lubang-lubang di sebelah lateral.
* Sistem alat pencernaan berupa saluran tubular (kurang lebih lurus), ada mulut dan anus.
* Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku)
* Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus
* sistem reproduksi terpisah (gonokoris) artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis)
* System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena, Sistem syaraf itu terdiri dari ganglion anterior yang merupkan “otak” terletak di atas saluran pencernaan, sepasang syaraf yang menghubungkan otak dengan syaraf sebelah ventral, serta pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh urat syaraf ventral, berjalan sepanjang tubuh dari depan ke belakang di bawah saluran pencernaan.
* Sistem pengeluaran (ekskresi) berupa saluran-saluran Malphigi yang bermuara di saluran pencernaan, limbah dikeluarkan melalui anus.
* Hidupnya di darat, air tawar dan laut.

A. Crustacea atau Udang-udangan Ciri-ciri Crustacea

* Pada kepalanya terdapat lima pasang alat gerak sebagai berikut:
* Tiga pasang rahang yaitu, satu pasang Mandi Bula, satu pasang maksila petama, dan satu pasang maksila kedua.
* Dua pasang antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang bersifat tipikal biramus (bercabang dua)
* Peredaran darahnya terbuka dan tidak memiliki pembuluh darah kapilar
* Sebagian besar anggotanya bernafas dengan insang, tetapi hewan yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya
* Hewan ini dapat dibedakan antara hewan jantan dan hewan betina
* Kakinya terdapat hampir di seluruh permukaan tubuhnya
* Kepalanya terbentuk sebagai persatuan segmen.
* Klasifikasi / Sistematika : Kelas insecta terbagi atas 2 subkelas yaitu:

1. Subkelas Malacostrata(udang tingkat tinggi) yang memiliki ciri-ciri sebagai brikut:

* Tubuhya terdiri atas cephalothoraks
* Cara perkembangbiakannya dengan telur hasil pembuahan yang menetas menjadi larva yang disebut Nauplius
* Bernafasnya dengan insang berbentuk bulu-bulu halus
* Hewan ini tidak berwarna.

2. Klasifikasi Malacostrata
A. Subkelas Malacostrata dibagi menjadi 3 ordo sebagai berikut:
1. Ordo Isopoda

* Pada umumnya hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar dan darat
* Ada beberapa diantaranya yang menggerek kayu
*




2. Ordo Stomatopoda

* Hidupnya di laut
* Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk tubuhnya seperti belalang sembah
* Di belakang kepalanya terdapat karapaks yang merupakan rangka luar
* Warna tubuhnya menyolok


3. Ordo Decapoda

* Anggotanya meliputi udang, kepiting, dan ketam
* Tiga pasang anggota gerak paling depan pada thoraksnya berubah fungsi menjadi rahang
* Lima pasang anggota gerak lainnya pada thoraks menjadi kaki sehinga disebut hewan berkaki sepuluh
* Kepala dan thoraksnya menjadi satu yang dilindungi oleh kaparaks.
* Contoh :

1. Cabarus sp (udang air tawar)
2. Panulirus sp (udang laut lobster)
3. Penacus sp (udang windu / udang air payau


B. Subkelas Entomostraca (udang tingkat rendah) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

* Merupakan mikroorganisme
* Hidupnya sebagai plankton yang dapat bergerak bebas
* Hewan ini tidak memiliki insang sehingga bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya

Klasifikasi Entomostraca dibagi menjadi beberapa ordo sebagai berikut:
1. Ordo Branciopoda

* Tubuhnya sangat kecil dan hidupnya di air tawar
* Pada umumnya bertubuh pucat dan transparan.
* Contoh:

1. Daphnia Pulex (kutu air)
2. Lepidurus
3. Notostraca
4. Estheria
5. Conthrostraca


2. Ordo Ostracoda

* Hidupnya di air laut dan air tawar
* Beberapa jenis diantaranya hidup sebagai plankton


3. Ordo Copepoda

* Merupakan ordo terbesar di Enromostraca
* Hidupnya di air laut, tawar dan hidup sebagai plankton

4. Ordo Cirripedia

* Hidupnya di laut
* Pada umumnya hidupnya melekat pada suatu tempat


System Organ Crustacea

* System pernapasannya berupa insang kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh
* System pencernaan terdiri atas 3 bagian yaitu: tembolok untuk menampung makanan, lambung otot (ampela), dan lambung kelenjar.
* Sistem reproduksinya diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia.


Habitat

* Hewan ini sebagian besar hidup di air yaitu danau, laut, dan sungai.
* Di laut hewan ini hidup mulai dari pantai hingga laut dalam.
* Namun ada juga yang hidup di air tawar dan di darat.


Peranan Crustacea bagi kehidupan manusia

Crustacea menguntungkan bagi manusia dalam beberapa bidang seperti berikut ini:

1. Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misalnya udang, lobster, dan kepiting.
2. Bidang Ekologi; Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton menjadi sumber makanan misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda, dan Copepoda


Crustacea yang merugikan antara lain:

* Merusak lambung kapal (perahu), misalnya anggota Isopoda
* Parasit pada ikan, kura-kura, dan sebagainya misalnya anggota Cirripedia dan Copepoda.
* Merusak pematang sawah atau saluran irigasi, misalnya ketam.

B. Insecta atau Serangga
Anggotanya sangat besar dan bervariasi sehingga dipelajari dalam cabang ilmu biologi tersendiri yang disebut Entomologi (entomos = serangga, logos = ilmu), yaitu ilmu yang mempelajari tentang serangga.

Ciri-ciri Insecta

* Sebagian anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut.
* Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang bersifat mikroskopis sampai ada yang beberapa sentimeter panjangnya.
* Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut).
* Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun dua sayap.
* Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan anus.
* Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot.
* Pada kepalanya terdapat:Sepasang mata faset (mata majemuk) tetapi ada yang bermata tunggal , Sepasang antena sebagai alat peraba dan Empat pasang alat mulut
* Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk menyimpan telur.
* Pada segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum untuk mendengar
* Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan pembuluh
* System saraf tangga tali.

Empat bentuk mulut, yaitu:

1. Alat mulut menggigit pada semut , belalang , ratap , jangkrik
2. Alat mulut menggigit dan menjilat pada lebah
3. Alat mulut mengisap pada kupu-kupu
4. Alat mulut menusuk dan mengisap pada nyamuk


Thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu:

1. Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap
2. Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap
3. Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan.


Metamorfosis

* Hewan ini mengalami metamorfosis (perubahan bentuk tubuh menuju kedewasaan) sebagai berikut:

A. Metamorfosis sempurna

* Telur larva kepompong (pupa) imago (dewasa).
* Contoh: kupu-kupu, lalat, dan tawon.


B. Metamorfosis tidak sempurna Telur - nimfa imago
Contoh : jangkrik . Lipas .Belalang
C. Tidak mengalami metamorfosis : dari telur - Imago ( dewasa )

* Contoh: Lepisma (kutu buku)


Klasifikasi / Sistematika
Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas sebagai berikut:Subkelas Apterygota yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

* Tubuh berwarna perak dan tidak memiliki sayap
* Tidak mengalami metamorfosis
* Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas.


Klasifikasi Apterygota

* Subkelas kelas Apterygota dibagi menjadi 2 ordo sebagai berikut:

1. Thysaruna, yaitu Apterygota yang memiliki antena panjang.
2. Contoh:Lepisma Saccharina (kutu buku) , Mempunyai kemampuan merusak buku dan pakaian yang dikanji, Menghasilkan enzim selulosa yang berguna untuk mengubah selulosa menjadi gula sederhana.


Collembola

* Hidup di tanah terutama di hutan yang lembab
* Antenanya berbuku-buku


Pterygota dibedakan antara Exopterygota dan Endopterygota.

* Exopterygota, memiliki sayap yang merupakan tonjolan luar dari dinding tubuh dan metamorfosisnya tidak sempurna.
* Endopterygota, sayapnya berkembang dari penonjolan ke dalam dari dalam dinding dan metamorfosisnya tidak sempurna.

Subkelas Pterygota dibagi menjadi 10 ordo sebagai berikut:
1. Ordo Archiptera atau Isoptera (bersayap asli)

* Termasuk Exopterygota
* Mempunyai dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama
* Metamorfosisnya tidak sempurna
* Aeshna (capung) dan Reticulitermis (anai-anai) , Rayap


Rayap

* Rayap membentuk susunan masyarakat (polimorfisme), yaitu raja, ratu, prajurit (tentara), dan pekerja (tidak bersayap)
* Rayap prajurit dan pekerja mandul
* Di dalam usus rayap terdapat flagellata yang mencerna selulosa.


2. Ordo Neuroptera (bersayap jala)

* Termasuk Endopterygota
* Mempunyai dua pasang sayap tipis seperti selaput dan pembuluh serupa jalan
* Metamorfosisnya sempurna
* Mempunyai alat mulut menggigit.
* Contoh: Myrmeleon frontalis (undur-undur)


3. Ordo Orthoptera (bersayap lurus)

* Termasuk Exopterygota
* Mempunyai bagian sayap yang bagian depannya tebal dan bagian belakangnya tipis
* Metamorfosisnya tidak sempurna
* Mempunyai alat mulut menggigit
* Contoh:

1. Blatta orientalis (kecoak)
2. Manthis religiosa (belalang sembah)
3. Gyrlius domestica (jangkrik)
4. Gyrllotalpa hirsute (anjing tanah/orong orong)
5. Branchytrupes (gangsir)

4. Ordo Rinchota
Ordo Rinchota dibagi menjadi dua familia sebagai berikut:
Hemiptera

* Termasuk Exopterygota
* Memiliki dua pasang sayap, sayap depannya seperti kulit dan sayap belakangnya seperti selaput tipis
* Mempunyai mulut menusuk dan mengisap
* Metamorfosisnya tidak sempurna
* Contoh:

1. Podops vermiculata (walang colelat)
2. Leptopcorisa acuta (wlang sangit)
3. Cymex rotundatus (kutu busuk)


Homoptera

* Termasuk Expterygota
* Memiliki dua pasang sayap yang keduanya merupakan selaput
* Pada waktu istirahat sayap dilipat
* Metamorfosisnya tidak sempurna
* Contoh:

1. Nilaparvata lugegens (wereng
2. Pediculus capitis (kutu kepala)
3. Aphis medicaginis (kutu daun)
4. Coccidae (kutu perisai)


5. Ordo Coleoptera

* Termasuk Endopterygota
* Mempunyai dua pasang sayap, sayap depan disebut elytra yang tebal dan mengilap karena zat tanduk
* Sayap belakangnya tipis berupa selaput
* Contoh:

1. Chrysochrosa fulminans (samber lilen)
2. Coccinella sp. (kepik emas)
3. Orhyctes rhinoceros (kumbang tanduk)
4. Hydrous picicornis (kepik)
5. Xylotropes gideon (kumbang kelapa)
6. Calandra oryzae (kumbang beras)
7. Lampryris (kunang-kunang)


6. Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)

* Termasuk Endopterygota
* Mempunyai dua pasang sayap yang tidak sama
* Mempunyai alat mulut menggigit dan menjilat
* Contoh:

1. Apis indica (lebah madu)
2. Oechophylla smaragdina (semut rangrang)
3. Delichoderus bituberculatus (semut hitam)



LEBAH MADU (Apis indica)

* Ada yang hidup menyendiri dan ada yang hidup berkelompok serta susunan masyakat lebah , yaitu:

1. Lebah pekerja yang bertugas membuat sarang, mengumpulkan madu, serat mengurus telur dan larva.
2. Lebah tentara
3. Lebah jantan
4. Lebah ratu


7. Ordo Diptera (bersayap dua)

* Termasuk Endopterygota
* Mempunyai dua pasang sayap tipis
* Metamorfosisnya sempurna
* Contoh:

1. Culex sp.
2. Aedes aegepty
3. Anopheles dudlowi
4. Glossina morsitans (lalat tse-tse)
5. Drosophila melanogaster (lalat buah)
6. Anopheles sundaicus (vector penyakit malaria)
7. Musca domestica (lalat rumah)
8. Mansonia sp

KARAKTERISTIK LALAT

* ukuran tubuh hampir sama dengan Musca domestica.
* memiliki warna tubuh hitam sampai kecoklatan dan mata berwarna mengkilap
* Ukuran dewasa 7-8 mm dengan 4 dorsal garis-garis hitam membujur di dada, 2 garis-garis tengah dipisahkan oleh daerah terkemuka dan perut pucat dengan daerah gelap hampir bulat.
* Kepalanya dengan belalai / puncak keras, ditarik, diproyeksikan ke depan dari bagian bawah kepala.
* Tipe mulutnya menghisap, yang digunakan untuk menghisap darah pada hewan ternak.



* Antena 3-tersegmentasi, kedua segmen dengan jahitan yang membujur (line printer), segmen ketiga dengan seta (tepi) dan bulu di sisi dorsal saja.
* Sayap dengan longitudinal keempat melengkung ke depan dan pembuluh darah menuju vena k
* sayap disimpan lebar saat istirahat,
* ketika dia berpijak kepala menghadap ke atas dan menyentuh perut permukaan di mana ia berpijak.
* Sayapnya jernih.
* Lalat jantan maupun betinanya menghisap darah (Tse tse) dan merupakan penerbang yang kuat dan berumur panjang.
* Aktif pada siang hari dan gigitannya menyakitkan.
* Penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat kandang antara lain Brucella abortus, B. Militensis dan Bacillus antracis.
* Lalat mengalami metamorfosis sempurna.
* induk dari S. calcitrans (L) biasanya meletakkan telur di permukaan daun (biasanya jerami) atau tempat-tempat yang terletak di atas permukaan air.
* Larvanya bersifat akuatik, pada dewasa jantan sering terdapat pada bunga-bunga untuk mengambil pollen/nectar
* Larva dewasa, tanpa mata atau kaki rata dengan kepala besar dan bulat segmen belakang, kepala diwakili oleh sepasang kait gelap.
* Posterior spiracles (pernafasan pori-pori) daerah sedikit lebih tinggi dari spiracles benar-benar halus dan gelap, dengan 3 lubang atau slot berbentuk espiraculares (berkelok-kelok) dan khusus non-struktur dalam bentuk thread (tombol) di tengah.
* Kepompong berwarna cokelat dengan ukuran 6-7 mm.
* Proses metamorfosis dari telur sampai menjadi lalat dewasa, memerlukan waktu 3-4 minggu.


8. Ordo Siphonoptera

* Termasuk Endopterygota
* Tidak bersayap dan bermata tunggal
* Metamorfosisnya sempurna
* Mempunyai alat mulut menusuk dan mengisap
* Contoh

1. Ctenocephalus cannis (kutu anjing)
2. Ctenocephalus felis (kutu kucing)
3. Pulex irritan (pinjal manusia)
4. Xenopsylla cheopsis (kutu tikus)


9. Ordo Lepidoptera

* Termasuk Endopterygota
* Mempunyai alat mulut mengisap
* Metamorfosisnya sempurna
* Mempunyai dua pasang sayap tipis beraneka ragam warna
* Contoh:

1. Acharonitra lachesis (kupu-kupu tengkorak)
2. Bombyx mori (ngengat sutera)
3. Attacus atlas (kupu-kupu gajah)
4. Cricula trifenestrata (kupu-kupu kenari)
5. Hyblaea puera (kupu-kupu ulat jati)


System Organ Insecta

* System pernapasan pada serangga disebut system trakea.
* Pernapasan sistem trakea terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan bermuara pada stigma atau spirakel.
* Udara pernapasan keluar dan masuk ke dalam tubuh Insecta melalui stigma.
* Stigma merupakan lubang yang terdapat di sepanjang sisi kiri dan kanan tubuh.


System pencernaan insecta

* dimulai dari mulut yang terdiri atas bibir atas dan bawah, rahang serta gigi.
* Dari mulut makanan masuk ke kerongkongan lalu ke tembolok.
* Dari tembolok makanan yang telah disimpan beberapa waktu masuk ke empedal yang berdinding gigi kitin.
* Selanjutnya makanan masuk ke lambung.
* Pada lambung terdapat enam pasang kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim.
* Makanan yang telah dicerna menjadi sari-sari makanan diserap oleh usus dan diedarkan keseluruh tubuh oleh hemolimfa.
* Sisa pencernaan sementara disimpan di rectum berupa feses. Selanjutnya, dikeluarkan melalui anus.


System reproduksi Insecta

* kadang mengalami parthenogenesis maupun paedogenesis.
* Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah.
* Sedangkan paedogenesis adalah parthenogenesis yang berlangsung di tubuh larva.


Habitat

* Hewan ini sebagian besar hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar.
* Namun, jarang sekali hewan ini yang hidup di air laut.


Peranan Insecta
Beberapa peranan Insecta yang menguntungkan, antara lain:

* Untuk dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak = gana); serangga ini
* dapat diperoleh secara musiman.
* Untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata, Apis indica, Apis melifera)
* Untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori
* Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang dan lebah)
* Di bidang Ekologi, Insecta merupakan rantai makanan yang sangat penting dari berbagai konsumen
* Berbagai Insecta tanah berperan sebagai “traktor alami”.


Beberapa peranan Insecta yang merugikan antara lain:

* ebagai penular berbagai macam penyakit sepeti tifus, kolera dan disentri yang disebabkan oleh lalat dan kecoa
* Hama putih pada berbagai tanaman, misalnya oleh Pseudococcus cintri, Aspidiotus perniciosus (dari ordo Rhynchota)
* Parasit pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk
* Hama padi misalnya wereng dan walang sangit
* Merusak tanaman budidaya, misalnya belalang, kumbang kelapa, sexava, dan berbagai jenis ulat
* merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai Coloeoptera, misalnya kepik.

C. Myriapoda
Ciri-ciri Myriopoda

* Tubuh terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (thoraks)
* Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus)
* Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit
* Alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda adalah satu pasang kaki di setiap segmen perut kaki, sedangkan pada
* Alat gerak pada kelompok hewan Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya.


Klasifikasi / Sistematika

* Myriapoda terdiri atas 2 subkelas, yaitu:

1. Chilopoda (bentuk tubuh gepeng)
2. Diplopoda ( bentuk tubuh bulat/ gilig)

CHILOPODA

Subkelas Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

* Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm
* Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi yang beracun.
* Tubuh agak gepeng,
* terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).
* Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
* Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped)
* Maksiliped berfungsi untuk membunuh mangsanya.
* Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.
* Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
* Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
* Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
* Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
Kelas ini sering disebut Sentipedes.



DIPLOPODA

Subkelas Diplopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

* Mencakup berbagai macam lengkibang (luing) / kaki seribu
* Diplopoda hidup di tempat-tempat lembab dan gelap
* Makanan hewan ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati atau lumut.
* Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 - 100 segmen) terdiriatas kepala dan badan.
* Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dantidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped).
* Pada ruas ke tujuh, satu, ataukedua, kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
* Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata
tunggal.
* Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan
yang telah membusuk.
* Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
* Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.





Habitat

* Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat.
* Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan.


System Organ Myriapoda
System pernapasannya

* berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas,
* kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.


System pencernaan

* saluran pencernaanya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah.
* Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I,
* sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah atau daun-daunan.


System reproduksi

* secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal).
* Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar


Peranan Myriapoda Bagi Kehidupan Manusia

* Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia.
* Bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan.
* Namun, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus.


D. Arachnida atau Labah-labah

Ciri-ciri Arachnida

* Pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air
* Ukuran tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter panjangnya
* Tubuhnya terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak mempunyai antena
* Jumlah matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata sederhana
* Pada bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang mempunyai enam pasang alat tambahan, yaitu:

1. Sepasang pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada cakar) untuk memegang mangsanya
2. Sepasang kelisera (berupa gunting dan capit) untuk melumpuhkan musuhnya
3. Empat pasang kaki untuk berjalan.

* Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-duanya
* Ada beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan khusus
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - Phylum Arthropoda

CHEPALOPODA-MOLLUSCA

Nautilus adalah Chepalopoda yang aneh dimana temen temenya tidak mempunyai cangkang namun ia bercangkang , kenapa bercangkang karena ia satu satunya Chepalopoda yang tidak mempunyai kelenjar tinta , Nautilus jelas tergolong dalam Chepalopoda karena kakinya dia terlihat di kepala bisa dilihat digambarnya OK

CUMI CUMI


KARAKTER UMUM YANG DIPUNYAI CHEPALOPODA

* Kaki termodifikasi menjadi tentakel
* Hidup di laut
* Pergerakan berdasarkan aliran air masuk ke sifon dan keluar dari sifon (posterior)
* Memiliki kantong tinta
* Memiliki mata
* Memiliki mulut dengan radula dan 2 rahang, dikelilingi 8-10 tentakel
* Sistem saraf berkembang menyerupai otak
* Bernapas dengan insang
* OK

STRUKTUR TUBUH DAN PERAN

* Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya, meskipun salah kaprah disebut dengan ikan.
* Mereka mempunyai kemampuan untuk bergerak lincah karena adanya sistem yang sangat menarik yaitu air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur.
* Pada kedua sisi kepala hewan ini terdapat lubang yang menyerupai kantung.
* Air disedot masuk melalui lubang ini menuju suatu rongga berbentuk tabung di dalam tubuhnya.
* Kemudian ia menyemprotkan air tersebut keluar dari pipa sempit tepat di bawah kepalanya dengan tekanan tinggi, sehingga dengannya ia mampu bergerak cepat ke arah yang berlawanan akibat gaya reaksi.
* Ketika menyemburkan air keluar, otot-otot jenis melingkar menegang dengan cara memanjang. Namun, karena mempunyai kecenderungan mempertahankan volumenya, lebarnya meningkat, yang biasanya akan memanjangkan tubuhnya.
* Sementara itu, otot-otot bujur yang meregang mencegah pemanjangan .
* Otot-otot jari-jari tetap meregang selama kejadian ini yang menyebabkan selubung pelindung menebal.
* Setelah semburan air yang amat cepat, otot-otot jari-jari mengerut dan menyusutkan panjangnya, yang menyebabkan selubung kembali menipis, dan rongga selubung terisi air kembali.
* Seekor sumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan gerak sangat cepat karena pengerutan otot yang cepat ini.
* Ketika kecepatannya saja tidak cukup untuk melindungi dirinya, mereka menyemprotkan tinta pekat dan berwarna gelap yang diolah di dalam tubuhnya.
* Tinta ini mengejutkan pemangsa beberapa detik, yang biasanya cukup bagi cumi-cumi untuk melarikan diri. Ikan-ikan yang tak diketahuinya di belakang gumpalan tinta tersebut segera menghindari wilayah ini.
* Di bawah kulit cumi-cumi tersusun sebuah lapisan padat kantung-kantung pewarna lentur yang disebut kromatofora.
* Dengan menggunakan lapisan ini, cumi-cumi dapat mengubah penampakan warna kulitnya, yang tidak hanya membantu dalam penyamaran akan tetapi juga sebagai sarana komunikasi.
* Misalnya, seekor cumi-cumi jantan menunjukkan warna yang berbeda ketika kawin dengan warna yang digunakan ketika berkelahi dengan seekor penantang.


* Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang disebut mantel

Sistem pertahanan dan gaya berenang reaksi pada cumi-cumi juga berguna bagi mereka selama berburu. Mereka dapat menyerang dan mengejar mangsanya dengan kecepatan tinggi. Sistem saraf yang begitu rumit mengatur pengerutan dan pengenduran yang dibutuhkan untuk gaya renang reaksinya. Oleh karenanya, sistem pernapasan mereka juga sempurna, yang menghasilkan metabolisme tubuh yang tinggi yang diperlukan untuk semburan air berkecepatan tingginya.

*

* Cumi-cumi sangat terbantu selama berburu dengan adanya alat peraba (tentakel) pada mulutnya.
* Tentakel yang seperti cambuk ini biasanya tetap tergulung dalam kantung yang terletak di bawah lengan-lengannya.
* Ketika menemukan mangsa, cumi-cumi menjulurkan tentakel untuk menyergapnya.
* Makhluk ini bergantung pada lengan-lengannya (keseluruhan berjumlah delapan) yang telah dirancang dengan tepat.
* Ia mampu dengan mudah mencabik-cabik seekor kepiting menjadi serpihan kecil dengan menggunakan paruhnya.
* Cumi-cumi menggunakan paruhnya dengan begitu terampil sehingga mampu dengan baik melubangi kulit cangkang kepiting dan mengeluarkan dagingnya dengan lidah.
* Bentuk mata cumi-cumi sangat rumit. Cumi-cumi dapat memusatkan pupil dengan membawa lensa mendekati retina.
*
* Ia juga bisa menyesuaikan volume cahaya yang dimasukkan ke dalam matanya dengan menutup atau membuka lidah kecil di samping matanya.
* Saat cumi-cumi jantan bercumbu dengan cumi-cumi betina, kulitnya berwarna kebiruan.
* Jika jantan lain datang mendekat pada waktu ini, ia menampakkan warna kemerahan pada separuh tubuhnya yang terlihat oleh jantan yang datang itu.
* Merah adalah warna peringatan yang digunakan saat menantang atau melakukan serangan.
* Lapisan tipis kulit yang menutupi lengan dan tubuh makin membantu sistem berenang reaksi pada cumi-cumi.
* Cumi-cumi mengapung dalam air dengan cara melambai-lambaikan selaput berbentuk menyerupai tirai ini. lengannya, di pihak lain, berguna menyeimbangkan tubuh selama mengambang.
* Lengan-lengan juga berguna mengerem untuk menghentikan laju.

* Cumi-cumi memiliki lapisan urat otot (tendon) yang disebut jubah, sebagai pengganti otot bujur yang terdapat pada gurita.
* Jubah ini terdiri atas dua lapisan yang menutupi bagian dalam dan luar tubuhnya, seperti halnya otot-otot bujur.
* Di antara kedua lapisan tersebut terdapat otot-otot melingkar. Otot-otot jari-jari terletak di antara keduanya, dalam arah tegak lurus.

STRUKTUR ANATOMI CUMI CUMI

* Faring : bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir.
* Mulut : tempat masuknya makanan.
* Mata : sebaga alat penglihatan
* Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.
* Anus : mengeluarkan sisa metabolisme.
* Hati : mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat penghasil empedu.
* Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rongga mulut dan lambung.
* Insang : sebagai organ pernapasan.
* Lambung : sebagai bagian dari organ pencernaan.
* Cangkang dalam : sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.
* Ovarium : penghasil sel telur.
* Rektum : sebagai bagian usus belakang yang membuka ke anus.
* Kantung tinta : kantung selaput yang terdapat pada cumi,yang mengandung tinta.
* Tinta akan di semprotkan bila cumi merasa terganggu akan kedatangan / beretemu pemangsa/predator.

Manfaat bagi kehidupan manusia Cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi.

KARAKTER CIRI CUMI

* Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya. Mampu bergerak lihai.
* Kakinya terletak di kepala disebut dengan tentakel.panjang tentakel dapat mencapai 1,5 panjang tubuh.
* Tempat hidup di air laut.
* Tubuh terdiri atas kepala, badan dan leher. Kepala dilengkapi dengan sepasang mata dan tentakel.
* Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang di bawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur.
* Memiliki delapan tangan,dan dua tentakel pengisap dan tubuh relatif langsing.

MEMBEDAJAN CUMI JANTAN DAN BETINA

CONTOH LAIN CHEPALOPODA SELAIN CUMI CUMI ADALAH
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - CHEPALOPODA-MOLLUSCA

Selasa, 12 April 2011

Virus

Ilmu tentang Virus disebut Virologi. Virus (bahasa latin) = racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain. Saat ini virus adalah mahluk yang berukuran paling kecil. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter).

SEJARAH PENEMUAN

D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.

Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM).

STRUKTUR TUBUH

Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel, hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) di bagian dalamnya. Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus, kita mengenal virus ADN dan virus ARN. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.

(gambar kelompok virus)

BERBAGAI VIRUS YANG MERUGIKAN

1. Pada Bakteri :
1.1. Bakteriofage.

2. Pada Tumbuhan :
2.1. Virus TMV (Tabacco Mozaik Virus) penyebab mozaik pada daun
tembakau.
2.2. Virus Tungro: penyebab penyakit kerdil pada padi. Penularan virus
ini dengan perantara wereng coklat dan wereng hijau.
2.3. Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) menyerang tanaman
jeruk

3. Pada Hewan :
3.1. Virus NCD (New Castle Disease) penyebab penyakit tetelo pada
ayam dan itik.

4. Pada Manusia :
4.1. Virus Hepatitis, penyebab hepatitis (radang hati), yang paling
berbahaya adalah virus Hepatitis B.
4.2. Virus Rabies >> penyebab rabies
4.3. Virus Polio >> penyebab polio
4.4. Virus Variola dan Varicella >> penyebab cacar api dan cacar air
4.5. Virus Influenza >> penyebab influensa
4.6. Virus Dengue >> penyebab demam berdarah
4.7. Virus HIV >> penyebab AIDS

Cara pencegahan penyakit karena virus dilakukan dengan tindakan vaksinasi. Vaksin pertama yang ditemukan oleh manusia adalah vaksin cacar, ditemukan oleh Edward Jenner (1789), sedangkan vaksinasi oral ditemukan oleh Jonas Salk (1952) dalam menanggulangi penyebab polio. Manusia secara alamiah dapat membuat zat anti virus di dalam tubuhnya, yang disebut Interferon, meskipun demikian manusia masih dapat sakit karena infeksi virus, karena kecepatan replikasi virus tidak dapat diimbangi oleh kecepatan sintesis interferon.
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - Virus

Keanekaragaman Hayati

eanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem.

Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu :
1.Keanekaragaman gen

Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.
misalnya :
- variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau
- variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung

Yang membuat variasi tadi adalah : Rumus : F = G + L
F = fenotip
G = genoti
L = lingkungan

Jika G berubah karena suatu hal (mutasi dll) atau L berubah maka akan terjadi perubahan di F. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya variasi tadi.



Gbr. Variasi morfologi dalam satu jenis gandum akibat persilangan
2.

Keanekaragaman jenis (spesies)

Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
misalnya :
- variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat.

3.

Keanekaragaman ekosistem

Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir.
misalnya :
ekosistem lumut, ekosistem hutan tropis, ekosistem gurun, masing-masing ekosistem memiliki organisme yang khas untuk ekosistem tersebut. misalnya lagi, ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau.

Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati.
»»  READMORE...
Baca Selengkapnya - Keanekaragaman Hayati